Categories
Uncategorized

Dominoqq dan Efek Buruknya terhadap Hubungan Sosial

Penanganan yang serius terhadap maraknya perjudian online seperti permainan dominoqq, belum terlalu tampak di Indonesia. Bahkan pihak berwajib sendiri pun kesulitan untuk mengendalikan gerak perjudian online yang jejaringnya sudah sangat luas ini. Undang-undang yang dibuat untuk mengatur perjudian ini pun masih terkesan ringan. Tentunya hal ini berpotensi untuk melanggengkan aktivitas perjudian online yang semakin pesat.

 

Selain itu, treatment atau penyembuhan bagi mereka yang kecanduan perjudian juga belum terlalu terlihat di ranah medis. Padahal, banyak sekali golongan masyarakat menengah ke bawah yang rentan terhadap pengaruh ini. Mereka memiliki akses internet, namun tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk menangkal pengaruh dominoqq ini.

 

Ironisnya, mereka berusaha untuk menaikkan taraf ekonomi mereka dengan cara berjudi. Tentu hal ini tak terlepas dari pihak bandar atau agen perjudian yang dengan liciknya memberikan iming-iming kekayaan yang instan. Alhasil, mereka justru akan semakin terjerat dalam kemiskinan, dengan hutang-hutang yang menumpuk, tanpa bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

 

Perjudian dan Disfungsi Sosial

Seseorang yang melakukan dominoqq, apalagi jika sudah mencapai tahap kecanduan, akan cenderung menutup diri dari orang lain. Gejala ini juga bisa ditemukan pada orang yang kecanduan hal lain, seperti narkoba atau zat-zat terlarang. Dengan begitu, ia akan terdiskoneksi secara emosional dengan orang-orang di sekitarnya. Ia hanya akan memikirkan judi dan bagaimana cara untuk memenangkannya.

 

Hal ini tentu akan memicu terjadinya perselisihan dan pertengkaran dengan orang lain. Yang pertama, tentunya adalah keluarga. Kehidupan pejudi akan diwarnai percekcokan dengan pasangan maupun orangtua, terutama masalah finansial. Sayangnya, yang sering terjadi adalah sebaliknya. Permainan dominoqq bukanlah sesuatu yang bisa memberikan hasil yang pasti. 

 

Bahkan di dalamnya berisiko sekali terjadi penipuan yang membuat pemain menjadi semakin bangkrut. Bukan tidak mungkin, pertengkaran yang terus menerus akan menyebabkan perpisahan atau perceraian dengan pasangan.

 

Dalam hal ini, anak akan menjadi korban yang paling rentan. Tak hanya rentan mengalami kekerasan fisik, ia berisiko terpengaruh secara mental. Dan jika sudah menyangkut kondisi psikis, maka ini bukanlah sesuatu yang bisa diobati sampai ia dewasa. Bisa saja anak tersebut tumbuh menjadi seseorang yang mengulang pola negatif yang sama dengan orangtuanya.

 

Jika puluhan ribu orang yang mengalami kecanduan judi, tentu dampaknya terhadap ekonomi, kualitas generasi penerus, dan kondisi sosial di sebuah wilayah secara menyeluruh juga akan sangat buruk. 

 

Potensi Tindak Kriminal yang Lain

Mungkin para pemain pemula atau yang sedang coba-coba bermain judi, tidak akan menyadari bahwa aktivitas ilegal tersebut sangat mungkin akan mendorong terjadinya tindak kriminal lainnya. Apalagi jika seseorang sudah telanjur terjebak dalam lingkaran hutang dan judi yang tak ada ujungnya, ia bisa melakukan apapun untuk menangani masalahnya.

 

Seseorang bisa terlibat dalam modus penipuan atau pencurian, hanya untuk mendapatkan modal berjudi. Tak jarang, tindakan memeras yang disertai dengan kekerasan, bahkan pembunuhan, sangat dimungkinkan terjadi. Game-game dalam perjudian online memang dirancang untuk membuat orang selalu impulsif dan terus bermain. Inilah yang secara tak sadar menurunkan kemampuan kontrol emosi seseorang.

 

Efek Perjudian pada Kesejahteraan Anak

Kondisi ekonomi yang hancur akibat perjudian, akan menimbulkan efek yang sangat buruk bagi pribadi seorang anak. Tak hanya kebutuhan sekolahnya yang tidak bisa terpenuhi, dari sisi psikologis pun anak bisa tertekan, tanpa tahu harus melakukan apa. Belum lagi, jika konflik-konflik terjadi antara orangtuanya. Ini akan menimbulkan trauma batin yang sulit untuk disembuhkan hingga ia dewasa.

 

Rusaknya Hubungan dengan Orang-Orang Sekitar

Seseorang yang memiliki banyak hutang dan tidak bisa membayarnya, biasanya tidak bisa hidup dalam ketenangan. Setiap hari, kehidupannya akan diisi dengan pertengkaran dengan istri, dengan orangtua, tetangga, maupun dengan pihak-pihak lain yang merasa dirugikan. Belum lagi, jika permusuhan juga terjadi antar sesama pemain dominoqq

 

Sebab dalam persaingan yang intens, seseorang bisa saling memboikot, memanipulasi, bahkan melakukan kekerasan demi kepentingannya sendiri.

 

Mengganggu Kesehatan Mental

Sudah jelas bahwa seseorang yang mendapat tekanan terus-menerus, bisa mengidap gangguan pada kesehatan mentalnya. Gangguan yang bisa diderita oleh pejudi diantaranya seperti kecemasan, hingga yang berat seperti depresi. Bahkan, tak jarang tekanan tersebut bisa mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri.

 

Seseorang yang terganggu secara mentalnya, biasanya juga akan memberi dampak psikologis yang buruk bagi orang-orang di sekitarnya. Kondisi seperti ini sudah sangat berbahaya dan membutuhkan keterlibatan perangkat sosial lain, dan juga dari pihak medis seperti psikolog atau psikiater.

 

Memicu Tindak Kriminal yang Lain

Dominoqq merupakan permainan yang dirancang untuk dimainkan secara cepat dan impulsif. Seseorang yang gemar bermain judi akan memiliki kecenderungan kontrol emosi yang rendah. Konflik dan tekanan yang kemudian muncul di sana-sini, bisa menjadi pemicu seseorang untuk melakukan tindakan kriminal lain.

 

Seperti yang sudah dijelaskan dalam poin sebelumnya, perjudian dominoqq bisa menimbulkan konflik dengan orang-orang sekitar. Tak jarang, kekerasan pun bisa terjadi akibat pemain tidak bisa mengontrol emosinya karena kalah taruhan atau tidak bisa membayar hutang. Kekerasan ini bisa menyerang istri, anak, orangtua, hingga orang-orang lain yang terlibat dalam urusan si pemain judi.

Demikian tadi adalah bagaimana permainan sejenis dominoqq dapat berdampak pada kehidupan sosial, meskipun permainannya dilakukan secara individu. Oleh karena itu, mari kita lindungi orang-orang di sekeliling kita dari bahaya berjudi. Semoga informasi di atas berguna untuk Anda, dan sampai jumpa di artikel berikutnya yang tak kalah bermanfaat.